Infografis Warning Banjir Masih Hantui Jabodetabek dan Jurus OMC Menghadangnya

 Infografis Warning Banjir Masih Hantui Jabodetabek dan Jurus OMC Menghadangnya

klik66 - Masyarakat diminta waspada. Rupanya bencana banjir belum berlalu dari Jabodetabek. Masih menghantui.

Rupanya bencana banjir belum berlalu dari Jabodetabek. Masih menghantui. 

Curah hujan belum mencapai puncak ekstrem. Masyarakat diminta waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi puncak hujan yang diperkirakan terjadi antara 11 hingga 20 Maret 2025. 

klik66 - Intensitas hujan sangat tinggi, mencapai 300 mm dalam 10 hari.

HomeNewsInfografis

Infografis Warning Banjir Masih Hantui Jabodetabek dan Jurus OMC Menghadangnya

Masyarakat diminta waspada. Rupanya bencana banjir belum berlalu dari Jabodetabek. Masih menghantui.

Banner Infografis Warning Banjir Masih Hantui Jabodetabek dan Jurus OMC Menghadangnya

Perbesar

Banner Infografis Warning Banjir Masih Hantui Jabodetabek dan Jurus OMC Menghadangnya. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Rupanya bencana banjir belum berlalu dari Jabodetabek. Masih menghantui. 

Curah hujan belum mencapai puncak ekstrem. Masyarakat diminta waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BACA JUGA:

Banjir Landa Jabodetabek, Pimpinan DPR: Alih fungsi Lahan di Puncak Bogor Harus Dibenahi

Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi puncak hujan yang diperkirakan terjadi antara 11 hingga 20 Maret 2025. 

Intensitas hujan sangat tinggi, mencapai 300 mm dalam 10 hari.

Advertisement

Intensitas hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, 

seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan.

klik66 - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Ini didasarkan pada data dan analisis atmosfer yang akurat. 

BMKG sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam kebijakan dan pelaksanaan modifikasi cuaca, 

bekerja sama dengan BNPB dalam pelaksanaan OMC.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengungkapkan OMC telah dilakukan sejak 5 Maret 2025.

 Pengalaman sebelumnya menunjukkan OMC mampu mengurangi curah hujan sebesar 30-60 persen pada awan hujan yang cukup masif. 

Dengan demikian, diharapkan risiko banjir di wilayah terdampak dapat ditekan.

Seperti apa warning banjir yang masih menghantui Jabodetabek? Bagaimana jurus 

OMC bisa menghadang banjir Jabodetabek? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

Infografis Warning! Banjir Masih Hantui Jabodetabek



Comments